Oleh: opiniperikanan | April 13, 2018

MENAKAR KUALITAS DATA PRODUKSI PATIN VERSI PEDAGANG

MENAKAR KUALITAS DATA PRODUKSI PATIN VERSI PEDAGANG

Oleh: Arif Sujoko

 

“If you torture the data long enough, it will confess”

(Ronald H. Coase)

 

Silang pendapat dalam produksi patin 2017 sebagaimana saya tulis pada SENGKARUT VOLUME PRODUKSI PATIN, BAGAIMANA MENYIKAPINYA?, bermula pada informasi dari seorang pedagang di Bulan Maret 2018 bahwa patin yang dipanen per hari rata-rata 30 ton (seiring waktu informasi menjadi 40 ton, kemudian 50 ton). Informasi tersebut kemudian oleh sebagian orang digunakan untuk menafsirkan data produksi 2017, dalam artian produksi patin 2017 itu perharinya adalah 30 ton.

Sejauh apa kualitas klaim volume produksi dari pedagang tersebut, sulit untuk menakarnya, karena tidak ada data lain untuk mengukur koherensinya. Padahal, salah satu kualitas data sebagaimana digunakan OECD adalah koherensi, yaitu keadaan data dimana terdapat hubungan logis dan saling konsisten dengan data terkait sehingga bisa direkonsiliasikan. Untungnya, pada 11 April 2018, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyelenggarakan Marine and Fisheries Business and Investment Forum yang bertemakan “Strategi Industri Patin Merebut Pasar Domestik dan Internasional”. Dari forum ini, diperoleh data pembanding dari PT **B yang merupakan bagian dari materi presentasi perusahaan tersebut.

Kembali ke klaim pedagang bahwa produksi rata-rata 30 ton/ hari, 16 ton diantaranya dikatakan sebagai pasokan untuk PT **B. Untuk menghindari salah tafsir, saya konfirmasi ke teman yang pertama kali membawa masuk info data pedagang ini, dan mendapat penegasan bahwa 16 ton per hari tersebut dilakukan secara terus menerus termasuk hari minggu. Setelah mempertimbangkan libur nasional dan cuti bersama, maka estimasi produksi patin bulanan selama 2017 sebagaimana klaim pedagang dapat disajikan dalam grafik berikut.

Slide1

Sementara itu, PT **B menampilkan data Planning Produksi 2018 dalam forum di KKP tersebut. Biasanya, dalam menentukan rencana produksi, perusahaan melihat data produksi tahun sebelumnya, sehingga dalam kondisi pasar yang tidak terlalu berbeda, rencana produksi tahun ini, dibuat lebih tinggi dari produksi tahun sebelumnya. Oleh karena itu, estimasi kebutuhan patin dari Jawa Timur (bukan hanya dari Kabupaten Tulungagung) tahun 2017 untuk PT **B berdasarkan kebutuhan patin sebagaimana dalam Planning produksi 2018 adalah sebagai berikut:

Slide1.JPG

Kalau grafik trend linier tersebut (warna hijau) kita ambil untuk tahun 2017 saja, maka grafik tersebut merupakan estimasi linier kebutuhan raw material 2017 dari PT **B yang bersumber dari Jawa Timur dan disajikan sebagaimana peraga berikut dalam satuan ton:

Slide1

Dari pengolahan data di atas kita memiliki 2 jenis data, yaitu estimasi produksi patin tahun 2017 di Tulungagung untuk memenuhi kebutuhan raw material patin PT **B sebagaimana informasi yang bersumber dari klaim pedagang dan data estimasi kebutuhan raw material patin PT **B dari Jawa Timur berdasarkan materi presentasi PT **B. Apabila kedua data ini saling dipersandingkan, maka hasilnya adalah peraga berikut (dalam satuan ton):

Slide1

Seharusnya kedua data tersebut memiliki koherensi yang kuat, dimana perbedaan antara grafik merah dengan hijau relatif kecil, tetapi ketika perbedaan di antara keduanya relatif besar, tentu kita harus kembali menakar seberapa berkualitas data produksi patin versi pedagang.

Bagaimana pendapat Anda?

Iklan

Older Posts »

Kategori